kjjjjjjjj

20 02 2008




CInta tidak dapat dimengerti

12 12 2007

ini adalah cerita nyata yaitu kisah aku sendiri………..

pertama ak ketemu sama dia yaitu pas ak baru pindahan kontrakan, saya sendiri ga tau siapa dia aku hanya bisa melihat dia dari kontrakan saja, pertamanya ak suka sama kakanya dan ternyata yang kena malah adiknya karena aku waktu itu aku lagi kosong alias ga punya pacar ya terpaksa aku deket ma dia, trus pada suatu malam ak sedang duduk diluar sambil meroko tiba2 adinya yang paling kecil dia nanyain no hp ak trus ak tanya buat siapa trus dia bilang kaka yang minta pada saat itu ak gembira sekali karena itu yang ak tunggu2.

dua jam berlalu trus aku masuk trus ak tiduran di kasur tiba2 da sms, smsnya itu test……..ak dalam hati ketawa berarti dia ga percaya trus ak balas bn’r kan ga boong dia ketawa dalam smsnya iya aa ga boong, pada malam itu ak smsan ma dia sampai jam 5 pagi, pada waktu itu adalah bulan puasa seminggu lagi mau lebaran trus besoknya ak sms lagi aku ajak dia jalan ternyata dia mau kebetulan waktu itu dia baru putus, saya jalan ma dia tiga hari berturut2 kami ngobrol panjang lebar nyeritain tentang dia aku wah pokoke banyak kalo diceritain sekarang ga bakalan bisa ditulis. puasa hampir berakhir tinggal 2 hari lagi mau lebaran, karena aku punya orang tua dikampung ya terpaksa aku pulang kampung habis gimana lagi ga ada pilihan lain, yang tadinya aku mau lama dikampung malah sebentar karena dia sms trus dalam smsnya itu bikin aku nggak betah dikampung, nggak lama kemudian ak pulang ke jakarta dan ternyata di jakarta masih sepi karena keluarga aku masih pada di kampung untung aza ada si dia yang menemani aku tiap hari, nggak lama kemudian dia nanya sama aku a gimana dengan hubungan kita ? ak bingung mau jawab apa karena ak sama dia baru kenal semiggu -+ trus ak jawab ya bai-baik saja memangnya kenap ? trus dia ngomong lagi aku hanya ingin ada kepastian aza dan ingin ada status trus au jawab lagi emangnya ga bisa yah kalo hubungan kita dibiarkan mengalir seperti air dia tetep ga mau dia pingin da status ya udah kalo gitu sekarang terserah u maka pacaran lah aku sama dia.

nah sekarang ak akan menceritakan petualangan ak sama dia yang hanya sampai 2 bulan ………………..tapi karena ak dah ngantuk jadi ceritanya besok lagi za yah?…………………………

to be continue ….





Arti Persahabatan

20 08 2007

Persahabatan yang sejati akan membawa kerinduan yang abadi. Sesungguhnya persahabatan itu lebih unggul dari percintaan, tanpa persahabatan percintaan akan berakhir tetapi tanpa percintaan, persahabatan boleh kekal. Oleh itu hargailah persahabatan yang terjalin. Hantarlah pesanan ini kepada orang yang anda tidak akan lupa dan hantarkan juga kepada orang yang menghantar pesanan ini jika ada menghargai persahabatannya. Ini adalah pesanan pendek untuk menyatakan yang anda sentiasa mengingatinya. Kalau anda tidak menghantar pesanan ini, bermakna anda sudah melupakan kawan-kawan anda. Ambillah sedikit masa untuk mengingati kawan-kawan yg sentiasa memberi sokongan…





Sepatu si Bapak Tua

26 07 2007

Seorang bapak tua pada suatu hari hendak bepergian naik bus kota. Saat menginjakkan kakinya ke tangga, salahsatu sepatunya terlepas dan jatuh kejalan. Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat. Bus ini hanya akan berhenti di halte berikutnya yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tak
dapat memungut sepatu yang terlepas tadi. Melihat kenyataan itu, si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya ke luar jendela. Seorang pemuda yang duduk dalam bus tercengang, dan bertanya pada si bapak tua, ”Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?” Bapak tua itu menjawab dengan tenang, ”Supaya siapa pun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.” Bapak tua dalam cerita di atas adalah contoh orang yang bebas dan merdeka. Ia telah berhasil melepaskan keterikatannya pada benda. Ia berbeda dengan kebanyakan orang yang mempertahankan sesuatu semata-mata karena ingin memilikinya, atau karena tidak ingin orang lain memilikinya. Sikap mempertahankan sesuatu — termasuk mempertahankan apa yang sudah tak bermanfaat lagi — adalah akar dari ketamakan. Penyebab tamak adalah kecintaan yang berlebihan pada harta benda. Kecintaan ini melahirkan keterikatan. Kalau Anda sudah terikat dengan sesuatu, Anda akan mengidentifikasikan diri Anda dengan sesuatu itu. Anda bahkan dapat menyamakan kebahagiaan Anda dengan memiliki benda tersebut. Kalau demikian, Anda pasti sulit memberikan apapun yang Anda miliki karena hal itu bisa berarti kehilangan sebagian kebahagiaan Anda. Kalau kita pikirkan lebih dalam lagi ketamakan sebenarnya berasal dari pikiran dan paradigma kita yang salah terhadap harta benda. Kita sering menganggap harta kita sebagai milik kita. Pikiran ini salah. Harta kita bukanlah milik kita. Ia hanyalah titipan
dan amanah yang suatu ketika harus dipertanggungjawabkan. Pertanggungjawaban kita adalah sejauh mana kita bisa menjaga dan memanfaatkannya. Peran kita dalam hidup ini hanyalah menjadi media dan perantara. Semuanya adalah milik Tuhan dan suatu ketika akan kembali kepadaNya. Tuhan telah menitipkan banyak hal kepada kita: harta benda, kekayaan, pasangan hidup, anak-anak, dan sebagainya. Tugas kita adalah menjaga amanah ini dengan baik, termasuk meneruskan pada siapa saja yang membutuhkannya. Paradigma yang terakhir ini akan membuat kita menyikapi masalah secara berbeda. Kalau biasanya Anda merasa terganggu begitu ada orang yang membutuhkan bantuan, sekarang Anda justru merasa bersyukur. Kenapa? Karena Anda melihat
hal itu sebagai kesempatan untuk menjadi ”perpanjangan tangan” Tuhan. Anda tak merasa terganggu karena tahu bahwa tugas Anda hanyalah meneruskan ”titipan” Tuhan untuk membantu orang yang sedang kesulitan. Cara berpikir seperti ini akan melahirkan hidup yang berkelimpahruahan dan penuh anugerah bagi kita dan lingkungan sekitar. Hidup seperti ini adalah hidup yang senantiasa bertambah dan tak pernah berkurang. Semua orang akan merasa menang, tak ada yang akan kalah. Alam semesta sebenarnya bekerja dengan konsep ini, semua unsur-unsurnya bersinergi, menghasilkan kemenangan bagi semua pihak. Tapi, bukankah dalam proses memberi dan menerima ada pihak yang akan bertambah sementara pihak yang lain menjadi berkurang? Kalau Anda berpendapat demikian berarti Anda sudah teracunikonsep Zero Sum Game yang mengatakan kalau ada yang bertambah pasti ada yang berkurang, kalau ada yang untung pasti ada yang rugi, kalau ada yang menang pasti ada yang kalah. Padahal esensi hidup yang sebenarnya adalah menang-menang. Kalau kita memberi kepada orang lain, milik kita sendiri pun akan bertambah. Bagaimana menjelaskan fenomena ini? Ambilah contoh kasus bapak tua tadi. Kalau ia tetap menahan sepatunya maka tak ada pihak yang dapat memanfaatkan sepatu tersebut. Kondisi ini adalah kalah-kalah (loose-loose). Sebaliknyadengan melemparkannya, sepatu ini akan bermanfaat bagi orang lain. Lalu apakah si bapak tua benar-benar kehilangan? Tidak. Ia memperoleh kenikmatan batin karena dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Betul, secara fisik ia kehilangan tetapi ia mendapatkan gantinya secara spiritual. Perasaan inilah yang selalu akan Anda dapatkan ketika Anda membantu orang lain: menolong teman yang kesulitan, memberikan uang pada pengemis di jalan, danĀ  sebagainya. Kita kehilangan secara fisik tapi kita mendapatkan ganti yang jauh lebih besar secara spiritual. Sebagai penutup, ijinkanlah saya menuliskan seuntai puisi dari seorang bijak:

”Engkau tidak pernah memiliki sesuatu

Engkau hanya memegangnya sebentar

Kalau engkau tak dapat melepaskannya,

Engkau akan terbelenggu olehnya.
Apa saja hartamu, harta itu harus kau
pegang dengan tanganmu seperti engkau
menggenggam air.
Genggamlah erat-erat dan harta itu
lepas. Akulah itu sebagai milikmu dan
engkau mencemarkannya.
Lepaskanlah, dan semua itu menjadi
milikmu selama-lamanya”





Pacaran Di Lubang galian

22 07 2007

Semprul dikenal orangnya sangat agamis janganka pacaran ala anak-anak muda metropolis, jalan sama gadis pujaannyapun gemetaran. begitu juga “minul” yang juga pemalu itu. Nah disuatu malam, baik semprul maupun minul malah “lengket” seperti tak mau dipisahkan. Lho katanya tidak berani prul!

Ceritanya begini suatu malam usai nonton bioskop di Taman Ismail Marzuki (TIM), keduanya berjalan bareng tapi tidak bergandengan mesra layaknya pasangan lain. Ya berjarak kira-kira setengh meterlah.

Ini pertamanya keluar dan berjalan bareng pula, itu juga keluar bareng ramai-ramai sama temen kerja semprul. Tak ayal, rasa kikuk, canggung, dag-dig,dug, dan senang bercampur jadi satu, ditengah terpaan semilir angin malam yang dingin, keduanya menuju TIM untuk makan malam sebelum memutuskan pulang.

Ketika sampai didepan Planetarium, yang penerangannya kurang, tiba-tiba terdengar suara “Bruk”, keduanya ternyata terperosok. Cukup dalam, sekitar satu setengah meter, posisi jatuhnya satu menindih yang lain, “Waduh, kok jadonya begini”, kata semprul perlahan kepada minul, minul tidak terima. “pergi” seru minul, mendengar seruan itu, semprul hanya terpaku.

“jangan” teriak minul lagi, tapi semprul tidak bergerak juga dari tempatnya, lama kelamaan minul bilang “jangan pergi” keduanyapun bermesraan dilubang yang gelap itu , kawan-kawannya yang mendapati keduanya berduaan dilubang galian hanya terkekeh k.e…ke…h, Alah prul gitu katanya ga berani ama cewe……..